LOGO P-GRI

LOGO P-GRI

Jumat, 19 Agustus 2011

penelitian derkriptif


penelitian deskriptif
Penelitian deskriptif adalah penelitian yang berusaha mendeskripsi­kan suatu gejala, peristiwa, kejadian yang terjadi saat sekarang. Penelitian deskriptif memusatkan perhatian kepada masalah-masalah aktual sebagaimana adanya pada saat penelitian berlangsung. Melalui penelitian deskriptif, peneliti berusaha mendeskripsikan peristiwa dan kejadian yang menjadi pusat perhatian tanpa memberikan perlakukan khusus terhadap peristiwa tersebut. Variabel yang diteliti bisa tunggal (satu variabel) bisa juga le­bih dan satu variabel.
Penelitian des­kriptif sesuai karakteristiknya memiliki langkah-langkah tertentu dalam pelaksanaannya. Langkah-langkah tersebut adalah sebagai berikut:
  1. Perumusan masalah. Metode penelitian manapun harus diawali dengan adanya masa­lah, yakni pengajuan pertanyaan-pertanyaan penelitian yang ja­wabannya harus dicari menggunakan data dari lapangan. Pertanyaan masalah mengandung variabel-variabel yang menjadi kajian dalam studi ini. Dalam penelitian deskriptif peneliti dapat menentukan status variabel atau mempelajari hubungan antara variabel.
  2. Menentukan jenis informasi yang diperlukan. Dalam hal ini peneliti perlu menetapkan informasi apa yang di­perlukan untuk menjawab pertanyaan atau masalah yang telah dirumuskan. Apakah informasi kuantitatif ataukah kuali­tatif. Informasi kuantitatif berkenaan dengan data atau informasi dalam bentuk bilangan/angka seperti.
  3. Menentukan prosedur pengumpulan data. Ada dua unsur penelitian yang diperlukan, yakni instrumen atau alat pengumpul data dan sumber data atau sampel yakni dari mana informasi itu sebaiknya diperoleh. Dalam penelitian ada sejumlah alat pengum­pul data antara lain tes, wawancara, observasi, kuesioner, sosio­metri. Alat-alat tersebut lazim digunakan dalam penelitian deskriptif. Misalnya untuk memperoleh informasi menge­nai langkah-langkah guru mengajar, alat atau instru­men yang tepat digunakan adalah observasi atau pengamatan. Cara lain yang mungkin di­pakai adalah wawancara dengan guru mengenai langkah-langkah mengajar. Agar diperoleh sampel yang jelas, permasalahan peneli­tian harus dirumuskan se-khusus mungkin sehingga memberikan arah yang pasti terhadap instrumen dan sumber data.
  4. Menentukan prosedur pengolahan informasi atau data. Data dan informasi yang telah diperoleh dengan instrumen yang dipilih dan sumber data atau sampel tertentu masih merupakan informasi atau data kasar. Informasi dan data tersebut perlu diolah agar dapat dijadikan bahan untuk menjawab pertanyaan penelitian.
  5. Menarik kesimpulan penelitian. Berdasarkan hasil pengolahan data di atas, peneliti menyimpul­kan hasil penelitian deskriptif dengan cara menjawab pertanyaan­-pertanyaan penelitian dan mensintesiskan semua jawaban terse­but dalam satu kesimpulan yang merangkum permasalahan pe­nelitian secara keseluruhan.

Rabu, 17 Agustus 2011

KURIULUM

KURIKULUM
Pengembangan kurikulum dilakukan dengan mengacu pada standar nasional pendidikan. Kurikulum pada semua jenjang  dan jenis pendidikan  dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah, dan peserta didik.  Kurikulum  disusun sesuai dengan jenjang pendidikan dalam kerangka Negara kesatuan Republik Indonesia dengan memperhatikan:

  1. Peningkatan imam dan takwa;
  2. Peningkatan akhlak mulia;
  3. Peningkatan potensi, kecerdasan, dan minat peserta didik;
  4. Keragaman potensi daerah dan lingkungan;
  5. Tuntutan pembangunan daerah dan nasional;
  6. Tuntutan dunia kerja;
  7. Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan sen;
  8. Agama;
  9. Dinamika perkembangan global; dan
  10. Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan.

Kurikulum pendidikan dasar dan menengah wajib memuat:

  1. Pendidikan  agama;
  2. Pendidikan kewarganegaraan;
  3. Bahasa;
  4. Matematika;
  5. Ilmu pengetahuan alam;
  6. Ilmu pengetahuan sosial;
  7. Seni dan budaya;
  8. Pendidikan jasmani dan olahraga;
  9. Keterampilan/kejuruan; dan
  10. Muatan lokal

Kurikulum pendidikan dasar dan menengah dikembangkan sesuai dengan relevansi nya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan dan komite sekolah/madrasah di bawah koordinasi dan supervisi dinas pendidikan atau kantor Departemen Agama Kabupaten/Kota untuk pendidikan dasar , dan propinsi untuk pendidikan menengah.

www.mendiknas.go.id

Jumat, 17 Juni 2011

nama sekolah swasta dan negeri di sekitar Bandung

Sekolah Swasta dan Negeri di kota Bandung dan kabupaten Bandung 

Sekolah Swasta dan Negeri di kota Bandung dan kabupaten Bandung banyak di sini penulis belum mengedit atau menambah sekolahnya kalau ada yang kasih masukan dan saran di tunggu untuk menampilkan sekolah yang lebih banyak lagi sebagai informasi untuk berbagi.

dilihat dari jenjang:
1. TK / PAUD

2. SD

3. SMP

4. SMA

5. SMK

tinggal klik..
download

6.  TK / PAUD Kabupaten Bandung




tinggal klik..
MOHON MAAF BELUM JENJANG SEMUA SEKOLAH DI TAMPILKAN BARU TARAP PEMBENAHAN.

Kamis, 16 Juni 2011

SEKOLAH TK HARUMAN I LOVE YOU UJUNGBERUNG BANDUNG


SEKOLAH TK HARUMAN ILY 
(I LOVE YOU) 
JL. Haruman No. 59 KOTA Bandung Provinsi Jawa Barat
  • Tipe: Sekolah
  • Jenjang: TK/RA
TK HARUMAN I LOVE YOU berdiri sudah lama lebih 30 tahun.
yang berlokasi di Haruman kel. Ujungberung Kota Bandung dengan Peringkat Akreditasi: A
sudah memiliki beberapa angkatan. dan banyak yang alumni TK haruman anak-anaknya yang bersekolah di TK Haruman.
Dikepalai oleh Ibu RUBI
banyak sekali kreatifitas dan hasil dari anak-anak TK haruman yang memiliki prestasi.
TK haruman memiliki para guru yang kreatif dan berdedikasi
dengan model pembelajaran : PAIKEM

di bawah ini foto salah satu kreasi seni anak-anak dari TK Haruman